Tes Kehamilan

Kehamilan adalah suatu hal yang paling ditunggu oleh hampir sebagian besar pasangan yang menikah. Namun ketika kehamilan itu terjadi, apalagi kehamilan pertama, banyak perempuan yang tidak “ngeh” akan perubahan yang terjadi pada dirinya. Biasanya baru terasa setelah kita sudah tidak mengalami haid selama beberapa waktu.

Sebenarnya naluri  bawah sadar seorang perempuan akan mengirimkan alarm terjadinya perubahan pada tubuhnya. Namun alarm tersebut ditanggapi berbeda oleh setiap perempuan. Ada yang mengabaikannya namun tak sedikit pula yang super sensitif terhadap perubahan tubuhnya. Untuk memastikan  suatu kehamilan, biasanya calon ibu akan melakukan beberapa tes, baik tes di rumah maupun di laboratorium.

Tes kehamilan dilakukan untuk mendeteksi adanya hormon khusus dalam urin atau darah wanita yang memiliki tanda-tanda kehamilan. Hormon itu dikenal sebagai hCG (human Chrionic Gonodotropin).  Seorang perempuan dikatakan hamil bila kadar hormon hCG di atas 25 mIU/ml. Kadar hormon hCG akan naik secara drastis sepanjang kehamilan. Untuk memastikan kehamilan, ada beberapa jenis tes, yaitu:

  1. Urin
    Test dengan menggunakan urin dapat dilakukan sendiri di rumah dengan menggunakan Home Pregnancy Test  dan dapat dilakukan pula di laboratorium. Agar hasilnya tepat, sebaiknya urin yang diperiksa adalah urin pertama kali dikeluarkan di pagi hari sebelum minum apapun. Mengapa begitu? Cairan yang diminum bisa melarutkan hormon hCG. Selain itu, hormon kehamilan paling banyak terkumpul setelah   tidak makan atau minum selama beberapa jam sebelumnya. Home pregnancy test, berbentuk stick/strip atau compact. Untuk alat yang berbentuk stick/strip urin ditampung di satu tempat dan alat dicelupkan ke dalam urin tersebut. Beberapa waktu akan terlihat jumlah strip, 1 strip (tidak hamil) atau 2 strip (hamil). Sedangkan alat yang berbentuk compact, urine diteteskan pada alat tersebut. Beberapa waktu akan terlihat hasil +/-. Tes ini akan lebih akurat hasilnya jika dilakukan sekitar 14 hari setelah ovulasi (saat sel telur dilepaskan dari indung telur). Home Pregnancy Test pun sekarang banyak dijual bebas di apotik bahkan mini market dengan berbagai macam harga, serta memiliki keakuratan yang cukup tinggi (sampai 99%) bila dilakukan dengan prosedur yang benar. Sebelum membeli  jangan lupa meneliti tanggal kadaluarsa alat tersebut. Test urin yang dilakukan di laboratorium biasanya dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dan meyakinkan sang calon ibu. Urin yang ditampung dalam wadah bersih diperiksa di laboratorium. Dalam beberapa menit, hasil bisa langsung di dapat dengan tingkat akurasi tinggi.
  2. Darah
    Kehamilan bisa dideteksi bila tes dilakukan sekitar 10 hari setelah ovulasi. Tes Beta hCG (quantitative blood test) ini berguna untuk mengukur jumlah tepat hCG dalam darah. Catatan: Pemeriksaan ini lebih sensitif, sehingga kadar hCG di bawah 25 mIU/ml pun bisa dideteksi. Namun biayanya lebih mahal. Kelebihan dari test darah ini adalah dapat menentukan umur kehamilan awal.
  3. Tes Fisik  Dokter biasanya akan melakukan test fisik melalui USG. Namun USG akan memperlihatkan hasil bila kehamilan sudah berumur 4 minggu. Yaitu mulai dengan terlihatnya kantung hamil.

Kapan sebaiknya melakukan tes kehamilan :

1. Dua hari menjelang perkiraan haid

2. Dua belas hari setelah melakukan hubungan seks pada masa subur

3. Bila tubuh memberikan “alarm” akan terjadinya suatu perubahan

 

Liburan Gratis

 

 

 

Comments are closed.

Post Navigation